Selasa, 03 Agustus 2021

Bangkit Saat Corona, Tiga Sarjana 'Gila' Asal Kilo-Dompu Tanam Sayur Hidroponik



Dompu, Inside Pos,-

Modal Nekat, tiga pemuda asal  Desa Kilo Kabupaten Dompu bangun usaha Tanaman Sayur Hidroponik. Awal-awal Corona, Maret 2020 membuat mereka bangkit. Semula disangka sarjana 'gila' tukang kumpul botol plastik bekas, kini sudah bisa mandiri dengan omzet jutaan perbulan.Hidroponik Kilo Art Luar biasa!! 


Cerita awal sukses, Muh. Ramadhan, Thamrin  (sama-sama Alumni Kampus Muhammadiyah Mataram) dan Ardianur (Alumni STIE Bima) ketika ketiganya melihat peluang usaha. Di Kilo belum ada pasar sayur mayur segar. Hanya mengandalkan sayur lokal yang biasa dikonsumsi sejak lama. 


Ramadhan dan Ardianur yang saat itu jadi pengangguran melihat Thamrin ikut pelatihan tanaman Hidroponik di Mataram, melihat peluang bagus. Akhirnya ketiganya diskusi via handphone ketika pulang ke Kilo, ketiganya harus segera bangun usaha Hidroponik. Akhirnya Thamrin pulang kampung dengan modal ilmu Hidroponiknya. 

Tidak ada kesuksesan yang tidak menunai tantangan diawal merintis. Ya, namanya pemuda nganggur, jelas kendala modal hal utama. Ramadhan akhirnya mencoba meminta modal awal ke orang tua Rp. 500 ribu. Meski awal ditolak karena sering menghabiskan uang untuk usaha lainnya, akhirnya dikasih juga setelah diyakinkan oleh kedua temannya.


"Sebelumnya saya pernah dimodalin orang tua untuk budidaya ayam dan usaha lainnya tapi gagal," terang Ramadhan via Handphone, Rabu, 4/8 siang tadi


Modal awal itu, ketiganya membeli alat perlengkapan untuk hidroponik. Tapi tidak cukup untuk membeli pipa hidro. Ketiganya mendatangi teman SMA yang sudah sukses. Mereka mengutang  pipa untuk 300 lubang hidroponiknya seharga Rp. 500 ribu. Dengan perjanjian, hanya satu bulan saja.  



Tidak sampai disitu saja masa sulit ketiganya. Sudah berhasil dapat pipa, ketiganya belum mendapatkan benih sayur. Akhirnya ketiganya melakukan hal-hal positif untuk mendapatkan uang. Membantu menjual unggas orang tuanya Thamrin, mengumpulkan botol bekas semprot hama dan mengerjakan apa saja yang penting dapat uang. 


"Kami berhasil kumpul modal. Awal kami merintis hanya 300 lubang tanaman hidroponik," katanya


Sarjana 'gila' ini berbuah sukses. Masa sulit telah dilewati. Mereka membuka pasar hingga Bima Kota dan Kabupaten Dompu dan mencukupi kebutuhan sayur untuk warga sekitar. Agustus 2021 ini mereka berhasil membuat 1000 lubang untuk tanaman Hidroponik. 


"Jenis Tanaman, selada sawi pacoi, bayam marah, bayam hijau seledri, kangkung sama melon untuk eksperimen. Untuk kedepan kami mau kembangkan bawang merah," kata Ramadhan semangat


Kesuksesan ketiganya juga tidak lepas dari campur tangan dari Owner Susu Kuda 88 dan Teh Daun Kelor, Nasrin. Pengusaha yang tembus pasar internasional ini telah membantu 100 batang pipa hidro dari dana CSR miliknya.


"Kami dibantu bang Nasrin. Ini luar biasa untuk perkembangan tanaman Hidroponik kita. Terimakasih bang Nasrin," pungkasnya


#Pena Bumi


Tidak ada komentar:
Write komentar