Advertisement

Senin, 27 September 2021

Bantuan Benih Jagung Tidak Sesuai Usulan, Himasdo-Mataram Gedor Kantor Gubernur


Mataram, Inside Pos,-


Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melakukan pengadaan benih jagung varietas Bioseed. Anggarannya sekitar Rp4 miliar lebih. 


Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Tahap pertama sebanyak 24 ton dengan nilai kontrak Rp995.197.500. Sementara tahap kedua 85 ton. Dengan nilai kontrak Rp398.538.000.


Sebagai masyarakat mayoritas petani jagung, untuk wilayah Bima dan Dompu justeru mendapatkan benih yang tidak sesuai usulan.


Aimansyah, Koordinator Umum (Kordum) aksi menyebutkan, kelompok tani di Bima dan Dompu rata-rata mengusulkan benih bisi 18 dan NK. Namun, dilapangan justeru benih lain yang disalurkan.


"Jika bukan bisi 18 dan NK, di Bima-Dompu tidak cocok ditanam. Karena hanya dua benih itu yang sesuai kondisi tanah disana," sebut Aimansyah, pada media ini, Senin (27/09/2021).


Berdasarkan investigasi lapangan, Aimansyah membeberkan, benih yang diterima masyarakat justeru Pioner 35, Pertiwi 3, Nasa 29, HJ21 (Golden Premium), dan RK 457. 


"Ini bantuan tidak sesuai dengan usulan calon petani calon lahan (CPCL)," bebernya.


Belum lagi sambung dia, baru-baru ini di Desa O'o Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, masyarakat menerima bantuan benih Golden Premium 21 yang diduga kadaluarsa. Label tahun tanam 2020, namun ditempel dengan label baru tahun tanam 2021.


"kalau begini kan kasihan petani. Jagan lagi dibodohi," sesalnya.


Kaitan itu, Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (Himasdo-Mataram) gedor kantor Gubernur NTB tadi pagi, Senin (27/09/2021). Dalam aksi unjuk rasa tersebut massa aksi membentangkan poster berisi protes terhadap Gubernur.


"Kami juga membawa keranda mayat sebagai bentuk hilangnya keperdulian pemerintah di NTB terhadap petani," bebernya.


Meski terjadi kericuhan, beruntung ketegangan tersebut tidak berlangsung lama. Massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib.


#tot

Sabtu, 25 September 2021

Ini Cerita Penghulu Terkait Pernikahan Viral di Oimbo Kota Bima

Prosesi akad nikah dipindahkan ke masjid Oimbo, usai terjadi kericuhan diparuga mini tepat didepan halaman rumah Pengantin wanita


Pihak Keluarga Calon Pengantin Pria Dinilai Memperhambat Prosesi Akad Nikah


Kota Bima, Inside Pos,-



Meski kejadiannya bulan Agustus tahun 2021 lalu. Video singkat yang berdurasi 30 detik itu viral di jagat maya. Karena memperlihatkan calon mertua menendang pengantin pria saat prosesi akad nikah berlangsung. Peristiwa tersebut membuat heboh dunia maya (Facebook dan WhatsApp) baru-baru ini. Atas kejadian itu, tak sedikit warga net mempertanyakan fakta kronologis kejadian. Sebab, dalam video singkat viral itu memunculkan pro-kontra dari warga net.


Pengantin pria diketahui inisial AM (18) asal Panda Kabupaten Bima. Sedangkan pengantin wanita RR (17), Kelurahan Oimbo, Kecamatan Rasa Nae Timur Kota Bima. Cikal bakal pernikahan mereka dilatarbelakangi, RR mengalami hamil diluar nikah. Dengan usia kandungan 7 bulan. Prosesi pernikahan dua sejoli ini bermasalah sejak tiga bulan lalu. Sebelum tanggal nikah ditetapkan pada 14 Agustus 2021 lalu. Karena keduanya statusnya masih dibawah umur. 


Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kelurahan Oimbo Kecamatan Rasa Nae Timur Kota Bima. Melalui penghulu pertama KUA setempat, Kadafi, yang menyaksikan secara langsung prosesi akad nikah tersebut  bercerita. Sumber masalah bermula dari calon pengantin pria, yang menginginkan pernikahannya secara siri. Oleh pemerintah RT.10 di Kelurahan Oimbo, tidak memperbolehkan. Justeru pemerintah setempat menyarankan mereka harus menikah secara tercatat.


"Setelah itu, AM dan RR pergi ke kantor KUA Rasa Nae Timur untuk mengurus persyaratan nikah. Oleh KUA, menolak mereka dengan surat untuk tidak dinikahkan.  Karena masih dibawah umur, keduanya diperintahkan untuk melakukan sidang di Pengadilan Agama Kota Bima," ujar Kadafi, saat dihubungi media InsidePos_net, Sabtu malam (25/09/2021).


Waktu sidang di Pengadilan Agama kata Kadafi, AM justeru tidak ingin hadir. Karena menginginkan pernikahan putrinya berjalan mulus, pihak keluarga RR, meminta AM secara baik untuk segera menghadiri persidangan. Namun anehnya sambung Kadafi, usai persidangan, AM tidak mengambil hasil putusan sidang pengadilan agama. Justeru dia meminta calon mertuanya untuk menunda prosesi akad nikah dalam waktu dekat. Alasannya, AM didesak oleh urusan organisasi di salah satu kampus di Mataram.


"Saat mau ke Mataram, calon mertua AM malah memberikan uang senilai Rp 1 juta untuk biaya transportasinya," bebernya, mengutip yang disampaikan pemerintah di Oimbo.


Beberapa hari kemudian, AM balik kampung. Bersama calon istrinya, keduanya membawa hasil putusan sidang pengadilan agama Kota Bima ke KUA Rasa Nae Timur. Sebagai syarat untuk mendaftarkan jadwal pernikahan. Namun saat itu, KUA setempat kembali menerangkan bahwa keduanya tidak bisa dinikahkan. 


Karena berkas persyaratan calon pengantin pria tidak terpenuhi. Surat rekomendasi dari KUA tempat domisilinya di Panda Kabupaten Bima tidak ada. Karena soal ini pihak keluarga pengantin pria menilai KUA Rasa Nae Timur Kota Bima menghambat persoalan nikah tersebut. Padahal kata Kadafi, dari awal justeru mereka sendiri yang menghambatnya.


"Karena itu, pihak keluarga pengantin pria yang mengaku ketua LSM di Mataram, menganggap pemerintah Kelurahan Oimbo dan KUA setempat memperumit pernikahan sepupunya. Bahkan mengancam memecat jabatan lurah setempat," ujarnya.


Setelah semua berkas lengkap. Pihak keluarga AM, meminta pihak KUA Rasa Nae Timur untuk segera menikahkan AM dan RR. Namun KUA setempat memberikan jeda waktu 10 hari untuk memeriksa berkas pernikahan kedua calon pengantin berdasarkan UU.


"Karena terus di desak, pihak KUA memberikan kebijakan. Bahwa tanggal nikah kedua mempelai di majukan dan ditetapkan pada 14 Agustus 2021," sebutnya.

Potret calon mertua sedang mengucapkan kalimat syahadat sebelum aksi tendang melayang


Awal Mula Munculnya Reaksi Calon Mertua Tendang Pengantin Pria


Setelah mampu menahan emosi akibat beragam masalah yang muncul. Reaksi calon mertua pengantin pria justru tak terbendung saat prosesi akad nikah, Sabtu (14/08/2021) lalu, di Paruga mini depan halaman rumah pengantin wanita di Kelurahan Oimbo, RT 10 Kecamatan Rasa Nae Timur Kota Bima.


Persoalan pertama dilatarbelakangi masalah mahar. Terkait persoalan ini pihak keluarga pengantin pria justru mengambil keputusan sepihak. Dengan uang Rp 300 ribu, beras 5 Kg, dan 1 gram emas sebagai mahar, dianggap merusak harkat dan martabat keluarga pengantin wanita. 


"Itu yang saya dengar dari ucapan ibu-ibu yang ada di Paruga saat menghadiri acara akad nikah," Beber Kadafi, kutip keterangan warga.


Namun, yang membuat emosi calon mertua itu tak tertahankan. Pada Sabtu 14 Agustus 2021,  jam 10 wita sebagaimana waktu akad nikah ditentukan. Pihak mempelai pria meminta waktu prosesi akad nikah diundur pada pukul 02.00 siang menjelang sore. Padahal saat itu pihak keluarga dan mempelai wanita beserta tamu undangan sudah ber jam-jam menunggu kedatangan mempelai pria. 


"Sebagai penghulu saat itu saya hadir pada pukul 08.30 pagi. Sampai pada pukul 11.00 siang saya menghubungi mereka melalui via Handphone. Hingga akhirnya, pada pukul 04.30 sore, prosesi akad nikah berlangsung. Bayangkan, hingga tiga kali menunda. Hal ini yang menjadi alasan mendasar kenapa calon mertua dalam video viral itu menendang pengantin laki-laki usai mengucapkan dua kalimat syahadat," jelasnya.


Meski sempat terjadi kericuhan tidak membuat proses akad nikah berhenti. Setelah semua masalah berhasil diredam. Akad nikah kembali dilanjutkan di Masjid kelurahan setempat. Ditanya apakah keluarga kedua belah pihak ada yang menempuh jalur hukum karena dianggap saling merugikan? Kadafi mengatakan, tidak ada. Karena situasi kedua keluarga belah pihak saat itu berhasil ditenangkan. Dan semua masalah berakhir saat itu juga. 


"Setelah semua sukses dilaksanakan. Kedua pengantin dikabarkan tinggal bersama mertuanya di Kelurahan Oimbo Kota Bima," pungkasnya.


#tot

Kamis, 23 September 2021

PT Petrokimia Gresik Canangkan Ketemu 205 KPL Melalui CV. Berkah Utama

 


BIMA- Inside Pos,-

Untuk hindari masalah penyaluran pupuk, PT Petrokimia Gresik milik BUMN mencanangkan agenda temu Kios Penyalur Pupuk Lengkap (KPL) resmi melalui Distributor CV Berkah Utama Bima, Kamis (23/9).


Kegiatan ini, diikuti sebanyak 205 KPL pada 11 kecamatan di Kabupaten Bima, yang mengikuti agenda pertemuan tersebut. Dihadiri tiga pembircara, yakni Sukarno Hajar Aswad, Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) NTB-II, Faqirurrahman selaku Petugas Penjualan Daerah (PPD) dan Rijalul Umam, sebagai Agronomis Mobil Uji Tanah (MUT).


Seperti dilansir Radar Tambora, pada pertemuan yang berlangsung di aula kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima itu, untuk mensosialisasi dan melakukan pembinaan terkait aturan baru, agar dapat memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran.


"Sosialisasi dan pembinaan pada KPL ini akan berlangsung selama dua hari," ungkap Direktur CV Berkah Utama melalui Koordinator pelaksana, Jihadil Akbar, Kamis (23/9).


Hari pertama katanya, pertemuan dengan 121 KPL pada lima kecamatan di Kecamatan Monta, Donggo, Soromandi, Belo dan Palibelo. Dengan rincian, KPL di Kecamatan Monta 30 orang, Donggo 25 orang, Soromandi 20 orang, Belo 27 orang, dan Palibelo 19 orang.


Kemudian hari selanjutnya, Jumat (24/9) lanjut dia, pertemuan dengan 84 KPL pada enam kecamatan masing-masing kecamatan. "Kecamatan Ambalawi 14 orang, Sape 21 orang, Lambu 23 orang, Wawo 12 orang, Lambitu 4 orang dan Parado 10 orang," sebut pria yang biasa disapa Jihad ini.


Pada pertemuan itu ia menjelaskan,  merupakan untuk mensosialisasi pemupukan yang berimbang. Sekaligus menjelaskan regulasi penyaluran pupuk di lapangan. Serta implementasi dan sebagainya.


"Pertemuan ini, agar pengecer dan sejumlah KPL lebih profesional mejalankan tugas dan fungsi. Menjalankan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," jelas Jihad.


Adanya sosialisasa seperti ini katanya, agar mempersempit ruang untuk praktek yang dianggap melanggar saat di lapangan nanti. Seperti praktek penjualan pada petani di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan hal lainnya yang tidak diinginkan muncul kembali. Karena sejumlah pengecer dan KPL tersebut katanya, adalah tanggung jawab Distributor CV Berkah Utama.


"Jika nanti masih ditemukan praktek yang melanggar, kami akan keluarkan surat pemecatan," tegasnya.


Oleh karena itu, Jihad berharap kepada  semua pihak bekerjasama ikut untuk terlibat mengawasi pendistribusian nanti. Apalabila menemukan pengecer atau KPL masih mempraktekkan atau menyelewengkan ketentuan yang berlaku, segera lapor langsung laporkan.


"Kami akan segera menindaklanjuti dan mengambil keputusan," imbuhnya.


Ia berkomitmen, untuk menjaga kelancaran penyaluran pupuk sampai ke tangan petani sesuai dengan prinsip 6T. Yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu. 


"Insya Allah kita tetap komit untuk menyikapi setiap persoalan yang terjadi," tegasnya. 


#Pena Bumi

Rabu, 22 September 2021

Kisah Pilu Pria 34 Tahun di Bolo-Bima Menderita Penyakit Bocor Ginjal


Kabupaten Bima, Inside Pos,-


Sebuah kisah yang sangat memprihatinkan di Kabupaten Bima. Yakni seorang pria di Desa Nggembe Kecamatan Bolo NTB, menderita penyakit bocor ginjal. Pria 34 tahun tersebut diketahui menderita penyakit yang jarang terjadi ini sejak dua bulan lalu.


Penyakit berbahaya ini terpaksa membuat Dediansyah, warga RT. 12 RW.02 Desa Nggembe harus berdiam diri dan terbaring lemah dirumah bersama penyakit yang dideritanya.


Ekonomi lemah menjadi penyebab terhambatnya pengobatan Dediansyah. Sebagai tulang punggung keluarga, pria yang akrab disapa Dedi ini justeru harus bertahan dengan penyakit bocor ginjal yang dialaminya.


"Penyakitnya diketahui 2 bulan lalu dengan tanda badannya tiba-tiba membengkak," beber Sang Istri, Nunung Nurhidayah saat dihubungi via Handphone, Kamis (23/09/2021).


Dedi, sempat berobat ke salah satu klinik oleh istrinya. Namun kata Nunung, tidak kunjung membaik. Karena keterbatasan biaya, lanjut Nunung, pengobatan suaminya terhenti.


"Saya tidak bisa berbuat banyak. Tidak ada yang bisa saya lakukan selain meminta kesembuhan kepada Allah. Saya benar-benar pasrah dengan kondisi ekonomi yang ada," keluhnya.


Kondisi suaminya sekarang kata Nunung, semakin parah. Bersama keluarganya, Nunung ingin membawa sang suami ke rumah sakit. Lagi dan lagi, semua niat baik untuk kesembuhan sang suami justeru terganjal biaya.


"Suami saya hanya bisa menahan perihnya rasa sakit. Karena tidak ada jalan lain yang bisa kami lakukan," ujarnya.


Karena itu, mari kita bantu saudara Dediansyah ini dengan sedikit rezeki. Mudah-mudahan, apa yang kita sedekahkan dapat mengurangi beban sekaligus menyelamatkan nyawanya.


Jika ada donatur yang ingin menyisipkan bantuan, tolong hubungi nomor Hand Phone +6285339202003. Atau bisa berbagi lewat No. Rek. BRI 0079-01-046938-50-7 An. Nunung Nurhidayah (Istri). 


#tot

Selasa, 21 September 2021

IPM Rendah Menjadi Tantangan Kabupaten Bima, Ini Arahan Bupati


Kabupaten Bima, Inside Pos,-


Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tergolong rendah menjadi tantangan daerah Kabupaten Bima, dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini disampaikan Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri SE, saat menghadiri kegiatan Simposium Guru Penggerak bagi Wilayah Kabupaten Bima. 


Kegiatan yang  bertemakan “Sinergitas Guru Penggerak Dengan Pemerintah Daerah Dalam Proses Transformasi Pendidikan” tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Camelia Kota Bima, Selasa (21/09/2021).


Kegiatan yang digelar Kementerian pendidikan kebudayaan, Riset, dan teknologi. Melalui pusat pengembangan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan kewarganegaraan serta ilmu pengetahuan sosial ini. Kepala daerah yang akrab disapa Umi Dinda itu, memberikan arahan kepada 64 peserta. Yang terdiri dari 48 guru penggerak, 10 pendamping, dan 6 Peserta Dikbudpora Provinsi dan Kabupaten Bima.


Didampingi kepala Dinas Dikbudpora kabupaten Bima Zainudin S.Sos, MM dan Koordinator Guru Penggerak Mujiono Haryanto. Umi Dinda menyampaikan, kehadiran guru penggerak memiliki arti penting dalam membangun kemandirian anak didik.


"Meski guru penggerak bukan diangkat, tetapi dipilih dan diseleksi dengan baik. Saya sangat bangga. Artinya, para peserta memiliki kompetensi sumber daya manusia yang bisa diandalkan. Untuk terpilih mengikuti pelatihan, saya berharap agar menjadi penggerak tentu  tidak mudah dan memerlukan kerja keras," ucapnya.


Dalam kegiatan itu, Umi Dinda memberikan apresiasi pada Kementerian Kebudayaan dan Ristek. Karena sudah bersentuhan langsung  dalam meningkatkan kompetensi SDM tenaga pendidik. Sebab, cakupan  wilayah Kabupaten Bima dengan 191 desa diakui guru ASN masih sangat minim.  

                               

"Karena itu, saya berharap kehadiran guru penggerak mampu memotivasi guru yang lain. Dan menunjukkan kemandirian bagi anak didik sesuai situasi dan kondisi di daerah," harapnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga kabupaten Bima, Zunaidin , S.Sos, M.M dalam pengantarnya mengemukakan. Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan kemerdekaan belajar. Serta menggerakkan seluruh ekosistem pendidik untuk mewujudkan dunia pendidikan yang berpusat pada murid. 


"Guru penggerak, maksudnya menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah. Serta mengembangkan program kepemimpinan murid untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila," jelasnya.

Program ini lanjut Zunaidin, merupakan upaya untuk mewujudkan visi pendidikan negara dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.


“Dalam prakteknya, kegiatan ini  berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik. Yang mencakup kompetensi literasi dan karakter yang diawali SDM kepala sekolah dan guru yang unggul," Terangnya.

              

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Guru Penggerak Mujiono Haryanto menerangkan. Dengan berakhirnya penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Penggerak angkatan selama 9 bulan ini diharapkan mampu berkontribusi dalam transformasi pendidikan di sekolah dan daerah.


"yang utama dijembatani oleh para stakeholder pendidikan di daerah adalah Dinas Pendidikan," terangnya.


Para guru penggerak, sambung dia, diharapkan dapat berkiprah dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melakukan transformasi ekosistem pendidikan. Untuk mewujudkan profil pelajar pancasila sebagaimana tertuang dalam tujuan dari program PGP. 


"Guru penggerak juga perlu melakukan konsolidasi dalam menyusun  rencana strategis dalam rangka mewujudkan profil pelajar pancasila," tutupnya.


#tot

Senin, 20 September 2021

Tanpa Surat Peringatan, Karyawan BRI Cabang Bima 'Rampas' Mesin Brilink

Oknum Karyawan BRI Cabang Bima, Ade saat menarik Mesin Brilink, di Desa Rite Kecamatan Ambalawi, Agustus lalu


Bima, Inside Pos,-

Oknum Karyawan PT.Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bima, Ade diduga mengambil paksa mesin Brilink di Desa Rite Kecamatan Ambalawi pada Agustus lalu. Padahal mesin tersebut terkoneksi dengan program E Warung, BPNT dan PKH oleh Kementerian Sosial RI.  


Sumber dari Adhar anak kandung pemilik Brilink mengatakan, Penarikan mesin tersebut tanpa ada peringatan awal. Harusnya, jika ada masalah ditemukan, pihak BRI dan Dinsos memberikan warning awal. 


"pihak BRI melakukan tindakan diluar atas. Kami sekeluarga merasa dirugikan secara moral dan materi.  Terus terang kami tidak terima, karena selain dirugikan secara finansial, nama baik keluarga kami juga rusak," ujar Adhar dihalaman Kantor BRI Cabang Bima, Senin, 20/9 pagi tadi


Sebelumnya, persoalan itu pernah dirapatkan dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Bima dan pihak BRI di kantor BRI Cabang Bima. Adhar mengaku, saat pertemuan itu, pihak BRI menyarankan untuk pulang kembali ke Ambalawi.



"Kepala BRI Cabang Bima secara terbuka mengatakan akan dikembalikan dalam waktu 1-2 hari. Namun sudah berjalan sebulan ini belum ada kejelasan. Ini sangat membingungkan kami," sorotnya



Adhar menyayangkan hingga saat ini, oknum Karyawan BRI Cabang Bima, Ade yang mengambil mesin Brilink belum konfirmasi balik terkait kapan mesin dikembalikan. Bahkan beberapa kali ke kantor, tidak berhasil dijumpai. 


"Kami kontak melalui handphone tidak pernah diangkat. Bahkan SMS tidak dibalas. Jangan berlebihan dzolim terhadap kami rakyat kecil," akunya


Atas kejadian tersebut, pihaknya dengan tegas mendesak PT. BRI Bima bertanggung jawab. Ini berdasarkan hasil rapat dan kondisi lapangan jika penerima manfaat tidak merasa ada masalah. Bahkan warga penerima PKH sudah membuat pernyataan secara tertulis.


"Pihak Dinsos menyatakan ke BRI untuk masalah pengembalian. Kami merasa di pimpong.  kami hilang kesabaran. Segera kembalikan mesin BRILink Atau kami akan melakukan upaya hukum dan melakukan aksi"  pungkasnya.


Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Andi Sirajuddin, MM beberapa waktu lalu dikonfirmasi menyarankan untuk koordinasi dengan BRI Cabang Bima.


"Koordinasi dengan pihak BRI urusan itu," balas Kadis melalui pesan WhatsApp


Oknum Pegawai BRI Cabang Bima, Ade didatangi dikantornya belum berhasil diwawancarai. Bahkan ditelpon tidak diangkat

"Pak Ade tidak ada dikantor pak. Silakan datang lagi lain waktu," ujar Karyawati BRI, Senin 20/9 siang tadi

#Pena Bima



Minggu, 19 September 2021

Dahlan: Di Bima Harus Ada Panglima Perdamaian Seperti Poso


Kabupaten Bima, Inside Pos,-


Keteladanan H. Muhammad Adnan Arsai, sebagai figur sentral masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga dan mengawal Indonesia. Spesifiknya Bima yang damai dan rukun. Soal ini bisa diikuti oleh generasi baru. Supaya menjadi sosok yang gigih, berani, serta keteladan dalam menjaga keakraban. Serta mengedepankan prinsip-prinsip dialog.


Hal itu diungkapkan Wakil Bupati  Bima, Drs H. Dahlan M Noer, Sabtu (18/09/2021). Ketika menjadi Keynote Speaker Bedah Buku  Muhammad Adnan Arsal; Panglima Damai Poso di Ponpes Al Madinah Bima, Desa Kananga, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB. Dalam kegiatan itu dihadiri Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Heru Sasongko, SIK, Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra, SIK, MH, Dandim 1608 Bima, Letkol Teuku  Mustafa Kemal. 

 

Dahlan menyampaikan, pelajaran yang diambil dari buku tersebut adalah bagaimana terus mendorong budaya dialog dalam menyelesaikan masalah. Karena langkah ini salah satu cara mengurai konflik. Termasuk terkait terorisme.


"Mereka yang dianggap masuk dalam jaringan tersebut, harus diajak dialog," katanya.


Lanjut dia, konflik Poso menjadi pelajaran penting bagi daerah, termasuk Dana Mbojo. Konflik menjadi dampak buruk dalam keberlangsungan hidup sosial. Karena itu

Harus ada upaya  untuk terus membangun perdamaian di Bima. Meskipun kata dia, konflik Poso terkait agama. Namun di Bima konflik horizontal (Konflik antar perkampungan).


 “Jika di Poso ada Panglima Perdamaiannya, di Bima juga harus demikian," sebutnya.

Pada waktu yang sama, Ketua MUI Kabupaten Bima H Abdurrahim Haris MA mengatakan. Buku H Muhammad Adnan Arsal, Panglima Perang Damai Poso sangat inspiratif. Menurutnya, alur cerita buku tersebut sangat indah. Dia bercerita awal mula membaca konflik Poso. Hanya karena persoalan sepele, yakni minuman keras. Sehingga menimbulkan perkelahian besar-besaran.


"Saya mengapresiasi sosok H Adnan yang mendorong upaya perdamaian atas konflik di Poso," ucapnya.


Sementara itu Khoirul Anam, Penulis Buku Muhammad Adnan Arsal, Panglima Damai Poso. Mengingatkan bahwa konflik Poso diawali dengan hal-hal kecil. Sekelompok pemuda yang mabuk-mabukan, namun berujung perkelahian.


“karena itu menyebabkan ribuan nyawa melayang. Mulai dari hal-hal sederhana yang dianggap remeh. Untuk itu, saya mengingatkan agar pemerintah daerah, Kapolres, Dandim, dan semua elemen untuk atensi khusus konflik yang terjadi di Bima ini,” harapnya.

 

#tot

Sabtu, 18 September 2021

DPC PKB Bima Gelar Muscab, H. Mustahid, H. Kako Kembali Ditunjuk Jadi Ketua

 


Bima, Inside Pos,-

Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Bima digelar di Hotel Muthmainah-Kota Bima, Sabtu, 18/9 hari ini. Agenda Muscab ini,  Drs. H. Mustahid, H. Kako, MM kembali ditunjuk menjadi Ketua PKB oleh DPP PKB.  


Tidak hanya PKB Bima, namun ada  10 DPC  PKB  serentak melakukan Musyawarah Cabang (Muscab) diwilayah propinsi NTB.


Muscab DPC PKB Bima berjalan dengan lancar dan aman. Acara ini dihadiri oleh sekitar 18 PAC dan pengurus teras atas  PKB serta dua Legislator utusan PKB, Mahdalena, S.S, M.M (Dapil I) dan Muhtar, SE (Dapil 6). 


Selain pengurus partai,  turut hadir juga Wakil Sekretaris DPW PKB NTB, Muhammad Maulidi, SH, Staf Ahli Bupati Bima, Ishaka, Wakapolres Bima Kota, Kompol, Mujahidin, SH dan Komisioner KPU, Ady Supriadin, S.Pd.I, Edhon, SH. Sementara itu, DPP PKB ikut serta monitor dalam aplikasi Video Zoom pelaksanaan Muscab di NTB. 


Dalam sambutannya, Ketua DPC PKB Kabupaten Bima, Drs. H. Mustahid. H. Kako, MM menyampaikan PKB merupakan partai yang menjunjung tinggi asas musyawarah dan mufakat. Mantan Jurnalis senior Lombok Pos (Jawa Pos Group) sangat optimis, DPP PKB dapat menentukan siapa kader partai yang bisa memajukan organisasi. 


"Siapapun Kader PKB di Bima harus tunduk keputusan tertinggi Dewan Pengurus Pusat. Termasuk saya sendiri,"tegas ketua PKB tiga periode ini


Kata H. Mustahid,  Kedepannya PKB di Bima harus bisa memberikan kontribusi 6 Kursi. Setiap dapil harus ditargetkan 1 kursi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap PKB. Lebih-lebih, persiapan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar untuk masuk dalam bursa kandidat Capres 2024 nanti.


"Mengawali kepemimpinan saya periode ini, saya mengajak semua pengurus dan kader untuk bergerak cepat dan tepat.  Kita harus menjemput momentum ini dalam rangka persiapan Ketua DPP kita, Cak Imin untuk maju rebut posisi RI 1," cetusnya


Anak Tokoh Peristiwa Donggo 72 ini berharap kepada para kader untuk tetap menjalan visi misi partai. Menurutnya, PKB dikenal dengan partai yang menjunjung tinggi keberagaman, Suku, Adat, Ras dan Agama (SARA).


"PKB dikenal dengan Partai Politik yang sangat peka dengan nilai toleransi.  Predikat ini harus kita jaga dan lestarikan dalam mengemban amanah partai. Yakinkan rakyat untuk memilih PKB," pungkasnya


Staf Ahli Bupati Bima, Ishaka mendorong PKB Kabupaten Bima untuk konsisten mengemban amanat rakyat. Terutama dalam perombakan pengurus baru untuk mencari Kader yang potensial. 


"PKB harus menjadi organisasi Politik yang berpikir untuk kepentingan rakyat. Berpikir terbuka dan tetap mempertahankan ideologi politik," ujarnya seraya menambahkan,


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bima agar semangat kebersamaan tetap dijunjung tinggi. Hindari ketegangan antar kader," tambahnya 


Wakil Sekretaris DPW PKB NTB, Muhammad Maulidi, SH dalam agenda Muscab berpesan agar tetap menjaga soliditas dan solidaritas salam rangka membesarkan PKB.  Ia mengatakan, momentum Muscab menjadi ajang merekatkan hubungan pengurus dan kader. 


"Ketua DPP menyampaikan kepada kita di DPW agar semua pengurus DPC dan kader  PKB diseluruh wilayah untuk tetap menjaga solidaritas," pesannya


Pada kesempatan itu, Maulidi meyakinkan kepada peserta Muscab jika Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar akan maju menjadi Capres di Pilpres 2024 nanti. Bahkan, Ia menilai PKB Kabupaten Bima sudah memiliki kader potensial yang layak maju di Pilkada nanti. 


"Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita bahu membahu membangun partai ini dengan kerja keras. Majunya Ketua DPP kita merebut kursi RI 1 bukan hanya manufer politik tapi ini menjadi keharusan. Survey, pemetaan dan analisis sudah mulai dilakukan, itu positif buat PKB," cetusnya


Untuk diketahui, Pengurus terpilih DPC PKB Bima Periode 2021-2026, Dewan Syuro : 

Samaila, SH, Sekretaris, H. Muhammad Qurban, SH. Dewan Tanfid, Ketua, Drs. H. Mustahid H. Kako, MM, Sekretaris, Andika, S.Pd, Bendahara, Sunadi, SE


#Pena Bumi

Jumat, 17 September 2021

Tak Ada Kata Lelah, Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Bima Kota Gulung 7 Pelaku Ditempat Berbeda

Pelaku bersama BB diamankan Polisi


Kabupaten Bima, Inside Pos,-


Demi menuntaskan peredaran Narkoba di wilayah hukum Kota Bima, Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Bima Kota Gulung Tujuh pelaku ditempat yang berbeda-beda, Jum'at (17/09/2021).


Tak pernah ada kata lelah, ke Tujuh pelaku jaringan barang haram ini dibekuk di Tiga TKP Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima NTB.


"Tiga pelaku ditangkap di TKP yang sama. Inisialnya DA (29), RH (26), dan AS (17)  pelajar. Semuanya warga Desa Karumbu," beber Iptu Thamrin.


Sementara di TKP kedua, Kata Tamrin, Tim gulung dua warga Dusun Roro Mbolo, Desa Rupe. Keduanya Inisial FZ alias Boy (35) dan JM alias Jojon  (38). 


"Terakhir, tim menangkap MM (32), dan AD (28) juga dari Desa Karumbu," ungkapnya.


Dilansir media Katada.id, dalam penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan 1 ons lebih narkotika jenis sabu dan ganja. Diamankan pula barang bukti satu pucuk Senjata Api (Senpi) rakitan.


“Senpi rakitan itu diperoleh atau disita di rumahnya Jojo. Jojo dan Boy diciduk bersama barang bukti sabu dan lainnya,” sebut Thamrin.


Senpi yang diduga milik gembong narkoba itu menjadi senjata yang dijadikan alat bela diri bagi mereka. Informasinya, digunakan juga sebagai modus untuk menakut-nakuti orang saat transaksi narkoba. “Barang bukti senpi disita bersama dengan sejumlah peluru,” terangnya.


“Kini barang bukti  Senpi, sabu-sabu dan ganja serta lainnya telah diamankan di polres,” pungkasnya.


#tot

Selasa, 14 September 2021

Alhamdulillah, PKB Berhasil Kawal UU Ponpes di Indonesia

 


Jakarta, Inside Pos,-

Undang-undang Pesantren adalah produk legislasi perjuangan PKB. Kerja keras untuk mendorong dan mengawal agar peraturan dan kebijakan turunan dari UU Pesantren akan terus diperjuangkan dan dikawal oleh PKB hingga pada aspek implementatif. Tujuannya, agar UU Pesantren betul-betul terwujud nyata dalam praksis kehidupan pesantren.


Sehubungan dengan hal tersebut Ketua DPP PKB  H.A. Muhaimin Iskandar menginstruksikan kepada DPW PKB dan DPC PKB untuk segera menyelenggarakan acara tasyakuran bersama dengan pesantren dan PWNU/PCNU di daerah.


"Masing-masing Acara tasyakuran dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai ketentuan penyelenggaraan acara di masa pandemi Covid-19," tulis Ketua DPP PKB 


Sebelumnya, PKB sampaikan bahwa Presiden RI telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. 


"Terbitnya Perpres tersebut, yang merupakan upaya keras PKB dalam mengawal pelaksanaan UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, patut disyukuri bersama karena akan menjaga keberlangsungan pesantren sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)," jelas Muhaimin dalam surat instruksi ke DPW dan DPC PKB seluruh Indonesia


Pena Bumi

Senin, 13 September 2021

Pasca Sidak, Camat Soromandi Puji Kebersihan Lingkungan SDN Inpres Lewidewa


Bima, Inside Pos,- 

Sepekan lalu, Camat Soromandi, Zulkifli, SH.M.Hum melakukan Sidak di SDN Inpres Lewidewa. Saat itu, Kepala Sekolah langsung mendapatkan teguran karena lingkungan yang kurang bersih dan rapi. 


Saat menjadi Pembina Upacara di SDN Lewidewa, Senin 13/9 pagi tadi, Camat memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah, Tasman, S.Pd. Ia menilai, pihak sekolah telah berhasil melakukan langkah-langkah cepat untuk menata lingkungan sekolah dan tidak lagi terlihat sampah yang tercecer seperti sebelumnya. 


"Saya bangga dan berterimakasih kepada Kepala Sekolah serta Jajarannya yang langsung mengambil langkah cepat untuk membersihkan dan menata lingkungan sekolah," ujar Camat


Kata Zulkifli, pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar tetap asri dan bersih. Hal itu akan berpengaruh pada minat belajar dan angka kehadiran siswa di sekolah. Menurutnya, tempat yang bersih itu akan membuat siapapun nyaman ada didalamnya. 


"Agama kita (Islam,red) secara jelas menerangkan jika kebersihan itu sebagian dari iman. Kotoran dan sampah itu Najis dapat mendatangkan penyakit bagi guru dan siswa. Wajib dibersihkan dilingkungan pendidikan seperti sekolah," cetusnya


Sementara itu, Kepala Sekolah Tasman, S.Pd melalui pesan WhatsApp mengaku telah mengambil langkah cepat sesuai arahan Camat untuk gotong royong bersihkan sekolah. Diakuinya, sehari Camat Sidak, Ia langsung mengarahkan beberapa guru dan warga untuk membantu menata dan bersihkan area sekolah.


"Bukan disengaja biarkan kondisi sekolah tidak tertata dengan baik. Hanya saja musim Corona ini, aktivitas sekolah sedikit berkurang," terangnya


Ia juga mengatakan bangga dengan kepemimpinan Camat Soromandi saat ini. Karena langsung mengarahkan kita untum berbenah jika ada hal yang terlihat kurang menarik. 


"Saling mengingatkan satu sama lain untuk kebaikan itu juga hal positif. Saling mengisi dan melengkapi," pungkasnya


Setelah menjadi Pembina Upaca, Camat Soromandi langsung melakukan diskusi ringan dengan pihak sekolah. Dirangkaikan dengan acara foto bersama siswa setempat.


#Pena Bumi