Senin, 11 Maret 2019

Miris, Tim Medis Mogok Kerja, Pasien Terlantar di Bima

Ruang Pelayanan Rumah Sakit Kota Bima, Senin, 11 Maret 2019 pagi tadi tidak dibuka.
Kota Bima, Inside Pos,

Sejak 2018 lalu, sejumlah tenaga medis di RSUD kota Bima tidak dibayar Jasa pelayanan.  Imbasnya, pelayanan di Rumah Sakit tidak maksimal bahkan sejak pagi, sejumlah pasien terlantar, Senin, 11 Maret 2019.

Kepada Inside Pos, Sumber membeberkan puluhan tenaga sukarela di RSUD Kota Bima tidak mendapatkan upah jasa pelayanan maupun insentif lainnya.

Kondisi itu berlangsung sejak pengalihan Puskesmas Asakota ke Status RSUD. Hal tersebut jelas membuat efektivitas kinerja para tenaga medis di RSUD berjalan tidak normal dalam beberapa bulan terakhir ini.

"Bayangkan saja Mas, sejak 2018 kami tidak mendapatkan jasa pelayanan (Jaspel) dari pihak RSUD Kota Bima," ujarnya

Tidak hanya Jaspel, Sumber ini juga menegaskan perlu adanya perhatian khusus kepada para tenaga sukarela di RSUD Bima. Selama ini, Tim medis ini banyak memberikan kontribusi terhadap pelayanan prima di Rumah Sakit.

"Kami bekerja siang-malam tapi tidak diapresiasi. Inikan lucu, masa kami hanya dituntut kerja tapi tidak diupah. buruh saja mendapatkan upah layak untuk menghidupi keluarganya," jelasnya

Lanjutnya,  Selain soal upah dan Jaspel, di Rumah Sakit serba kekurangan untuk keperluan penanganan medis. Termasuk, APD (Alat Penanganan Darurat) di UGD minim. contohnya, Handcoen, Masker, Hansdcrub kerja menggunakan plastik.

"Parahnya lagi, anggota UGD yang shift tidak ada yang PNS. kita ini yang dimanfaatkan tenaganya, sedangkan yang lainnya hanya menikmati uang negara," cetusnya

Sukarela ini juga mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemerintah Kota Bima untuk nasib sukarela di Kota Bima. Bagaimanapun juga, kami juga punya keluarga untuk dinafkahi.

"Tuntutan kami  manusiawi terlepas dari pro kontra di RSUD. Keluarga kami membutuhkan materi untuk menunjang kehidupan sehari-hari," tandasnya

Sekretaris RSUD Kota Bima, Nurinayah, Senin, 11 Maret 2019 Pagi tadi membenarkan adanya tenaga sukarela tidak masuk kerja. Hal itu terjadi lantaran miskomunikasi antara sukarela dan pihak RSUD Kota Bima.

" Saya datang pagi di RSUD Bima  melihat banyak pasien yang antri. Saya perintahkan agar segera ditangani," katanya

ASN ini menjelaskan jika kendala tidak dibayarkan Jaspel sejak Juli 2018 lantaran terbentur aturan pemerintah pusat. Hal ini berkaitan dengan terlambatnya verivikasi data klaim anggaran oleh pihak BPJS Pusat ke Daerah.

"BPJS Di Bima mengirim data klaim anggaran pada Desember padahal aturan memasukan akhir tahun uang negara tidak bisa dicairkan," jelasnya

Kata Inayah,  Uang Jaspel yang tidak bisa dicairkan tersebut dikategorikan Silva. Dana tersebut tidak bisa dicairkan begitu saja sebelum pembahasan APBD-P 2019 ini.

" Bukan tidak akan terbayarkan. nanti bulan Oktober akan cairkan setelah ApBD-P baru bisa. Itu kebijakan tidak hanya di Bima saja," Tambahnya

Sekretaris ini juga mengharapkan agar tenaga sukarela untuk segera masuk kerja. Secara Pribadi, Ia tidak menyalahkan sikap tenaga sukarela yang mogok kerja.

"Itu wajar saja, tapi sisi lain tenaga mereka perlu di RSUD untuk penanganan medis. Intinya, Kami akan segera rapat intenal untuk membahas masalah mogok kerja," katanya seraya menambahkan

"Kami juga siang tadi dipanggil oleh Wakil walikota dan Sekda dikantornya Pemkot. Mereka berharap agar masalah ini segera diselesaikan dicarikan jalan keluar yang terbaik,"tambahnya.

Pantauan langsung Inside Pos, pagi tadi melihat sejumlah penanganan medis tidak efektif bahkan beberapa pasien dan keluarga antri dihalaman RSUD. Tidak hanya itu, Ruangan Pelayanan Rumah Sakit tidak terlihat satupun pegawai diruangan.

#Ryan

1 komentar:
Write komentar