Minggu, 12 September 2021

DP Geopark Tambora Kompak Dukung Digitalisasi Data Wisata

 


Bima, Inside Pos,- 

Webinar Ngobrol Pintar (Ngopi) digelar Dewan Pelaksana (DP) Geopark Tambora, Jum'at 10/9 lalu berjalan sukses. Kegiatan webinar ini sudah kali ketiga diadakan melalui aplikasi Zoom. 


Webinar Ngopi ketiga kalinya, pihak penyelenggara DP Geopark Tambora mengangkat tema "Pemantauan Pengunjung Wisata Berbasis Online, Menuju Digitalisasi Data Pariwisata di Pulau Sumbawa,". 


Menariknya, Narasumber dari Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementrian LHK RI, Joko Iswanto, SP, MH, turut bergabung dalam diskusi tersebut. Termasuk, tiga Narasumber lainnya dari Pemprov NTB, Pemkab Dompu dan DP Geopark Tambora sendiri serta puluhan peserta lainnya dari berbagai kalangan.  


Dalam kesempatan Ngopi Online,  General Manager DP Geopark Tambora, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM menjelaskan, pentingnya untuk menampilkan data wisatawan yang berkunjung (traffic) pada setiap destiniasi wisata (Geosite) diwilayah Geopark Tambora-NTB. 


Menurutnya, hal tersebut perlu dikembangkan sebagai langkah tepat untuk meningkatkan validitas. Jika terlaksana, akan mempermudah cara kerja kita dan efesiensi waktu. Dengan program digitalisasi, secara langsung managemen Geopark Tambora dimudahkan dalam hal memantau dan membaca data wisatawan. 


“Memanfaatkan teknologi digital, kita dengan cepat memetakan potensi wisata. Berbasis data, kita bisa penentuan kebijakan yang tepat untuk kembangkan Destinasi mendunia ini,"ujar GM Geopark Tambora


Kata Hadi,  diwilayah Geopark Tambora terdapat 34 Geosite yang membentang dari ujung timur Kabupaten Bima hingga KSB. Ia sampaikan kabar baik, jika Proposal pengembangan Geopark Tambora telah mendapatkan perhatian Pemerintah Pusat. 


"Dewan Pelaksana melalui Gubernur NTB, Pak Dr. H. Zulkieflimansyah, pada bulan Juni 2021 lalu telah menerima kabar baik setelah proposal kami kirim ke Pusat. Mudah-mudahan tidak ada halangan nantinya," imbuhnya


Sementara itu, pejabat Kementerian LHK RI, Joko Iswanto, SP, MH, apresiasi dan mendukung keinginan DP Geopark Tambora untuk  digitalisasi data pengunjung. Kata Joko, saat ini teknologi sudah menjadi bagian dari kebutuhan vital. 


“Saya dukung pikiran besar DP Geopark Tambora dkk. Secara langsung kita sudah beberapa kali ketemu Pak Hadi.  Bahkan telah sama-sama turun mengecek beberapa kawasan termasuk Pulau Satonda yang merupakan salah satu dari 18 Kawasan Konservasi di bawah BKSDA NTB. Kami menyambut baik dan mendukung penuh rencana digitalisasi data pengunjung wisata ini. Penting juga kita  berkolaborasi dengan para pihak yang berkompeten dalam pengelolaan kawasan konservasi,” terangnya


Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dompu, H. Khairul Insyan, SE, MM, mengingat di Kabupaten Dompu telah ditetapkan sebanyak 37 desa wisata oleh Bupati Dompu. Dan pihaknya mengakui selama ini masih manual dalam melakukan pendataan wisatawan tertuama wisatan mancanegara dengan mengandalakan data dari Kantor Imigrasi.


“Kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, mendukung DP Geopark Tambora untuk memfasiltasi aplikasi digital dalam mendata wisatawan. Bahkan, dalam waktu dekat saya akan mengundang semua pihak untuk melakukan round table (rapat), agar kita bisa lebih bisa berkolaborasi dengan semua pihak termasuk BKSDA, Balai Taman Nasional Tambora, Pemprov NTB, DP Geopark Tambora, dll,” kata Khairul 


Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan TIK, Yasrul, S.Kom, M.Eng, mewakili Kepala Dinas Kominfotik NTB, menyampaikan siap mendukung sesuai tupoksi Dinas Kominfotik. Menurut Alumnus Pasca Sarjana UGM ini, bahwa pada prinsipnya aplikasi pendataan online gampang dibuat. Namun gampang pula ditinggalkan, sehingga Yasrul mengingatkan agar ada tim yang ditunjuk untuk melakukan operasional dan maintenance kedepannya.


“Dan perlu dilakukan kajian teknis secara mendalam, sebelum akhirnya dilakukan pembangunan atau pengembangan aplikasi. Termasuk proses layanan baik perangkat maupun infrastrukturnya harus benar-benar diperhatikan,” jelas Yasrul.


Sementara dalam session diskusi yang berlangsung semangat, semua peserta mendukung rencana penerepan aplikasi digital, dan memberikan masukan-masukan penting. Antara lain dari Peneliti senior pariwisata, Adi Hidayat Argubi, S.Sos, SST.Par, M.Si,  Rifaid Tambora, Wawan Genpi Bima-Dompu, dll.


#Pena Bumi

Tidak ada komentar:
Write komentar