Jumat, 29 Juli 2022

Ceramah di Donggo, UAS Titip Pesan Ini Untuk Masyarakat Bima

 


Kabupaten Bima, Inside Pos,-

Di Donggo UAS Isi Ceramah di Acara Milad ke-22 Ponpes Al-Ikhlas Donggo Kemudian Lanjut Khutbah di Masjid At-Taqwa 

Siapa lagi yang tidak mengenal ulama kondang yang satu ini? Iya, dia adalah DR. KH. Abdul Shomad, LC, MA, Ph.D. Ulama besar kebanggaan Indonesia ini kali pertama menginjakkan kaki ke Bima. Ustadz yang akrab disapa UAS ini datang ke Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak kemarin, Kamis (28/8/2022).

Setelah turun dari pesawat di Bandara Sultan Salahuddin Bima, Kamis malam, UAS  memberikan tausiyah di Kantor Bupati Bima. Dan hari ini, Jum'at (29/8/2022), UAS kembali mengisi ceramah pagi di acara HAUL Ponpes Al-Ikhlas Donggo ke-22, di Lapangan Suka Maju Desa Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima NTB.

Kedatangan UAS disambut hangat oleh ribuan masyarakat Donggo dan sekitarnya, pemerintah Kecamatan Donggo dan tokoh-tokoh penting lainnya di kecamatan setempat. Kedatangan UAS di sambut dengan "Tembe Me'e" (Sarung khas Donggo) oleh pimpinan Ponpes Al-Ikhlas Donggo. Yakni Ustadz Syamsudin AHZ, S.Pd, S.Pdi. sekaligus menjadikan UAS sebagai Da'i Nusantara. Sementara "Sambolo" (Topi khas Bima) dipakaikan tokoh revolusioner Donggo, H. Abbas H. Oya.

Acara tablig akbar ini dihadiri Ketua DPR kabupaten Bima, Feri Yandi. Anggota DPR Kabupaten Bima fraksi PAN yang juga Ketua komisi I Rafidin S.Sos, anggota DPR RI H. Muhamad Syafruddin. Dua qori terbaik Indonesia yakni ustadz Syamsuri firdaus dan ustadz Hasibuan. Seluruh Muspika Kecamatan Donggo serta ribuan masyarakat Donggo dan sekitarnya.

Pada momentum HAUL Ponpes Al-Ikhlas Donggo yang ke-22 dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh qori internasional kebanggaan Bima, yaitu Ustadz Syamsuri firdaus. Setelah itu dilanjutkan ceramah UAS tentang wakaf dan sedekah. Serta pentingnya menyekolahkan anak di Pondok Pesantren (Ponpes). 

UAS menerangkan, pondok pesantren sebagai selisih global dalam memperkuat faham ahlus sunnah waljamaah di NKRI. Pentingnya anak-anak di sekolahkan di pondok pesantren. Karena, era moderen sekarang pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh digitalisasi.

"Itu pentingnya pondok pesantren. Didalamnya mengajarkan tentang akhlak, adab, tauhid dan banyak lainnya," terang UAS.

Selain itu, UAS memberikan pesan untuk masyarakat Bima. Mewakafkan tanah juga sebagian harta untuk pembangunan pondok pesantren. Kehidupan manusia selanjutnya lanjut UAS, akan meninggalkan rumah mewah dan mobil mewah. 

"Yang nampak di Dunia tidak ada artinya. Wakaflah harta kalian untuk anak-anak santri. Hanya amal jariyah yang mengalir untuk kehidupan selanjutnya," pesannya.

Hidup ini sambung UAS, hanya sementara. Semua manusia akan mengalami kematian. Yang bekal adalah bekas air wudhu, bekas tahajud dan amal jariyah. Pada hari kiamat kita dibangkitkan kembali, kita tidak bisa bernaung pada siapapun. 

"Pada saat itu tidak ada yang bisa ditolong. Kecuali orang-orang yang beriman. Kalau kalian bukan qori, bukan penghafal Qur'an, maka bersedekahlah," pungkasnya.

Setelah memberikan tausiyah di acara Milad Ponpes Al-Ikhlas Donggo, sekitar pukul 11.40 WIB, UAS kemudian menunaikan ibadah sholat Jum'at di Masjid At-Taqwa Desa Doridungga Kecamatan Donggo sekaligus menjadi Khatib sholat Jum'at.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Rato, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Ustadz UAS dan rombongan menandatangani prasasti peresmian Masjid At-Taqwa milik Ponpes Al-Ikhlas Donggo.

#tot

Tidak ada komentar: