Selasa, 01 Desember 2020

Gubernur NTB Hadir ditengah Ketidakberdayaan Tamsil Warga Soromandi

 


Bima, Inside Pos,-

Kesehatan sangat mahal harganya. Tak jarang, banyak orang mengimpikan hidup seribu tahun lagi. Namun, apa mau dikata, mimpi tak seindah kenyataan. Meski kita telah berikhtiar secara maksimal, Sang Khalik memiliki rencana lain. Karena kita manusia biasa, yang tak mampu mencatut "skenario" Tuhan.


Sosok Tamsil (45) pria asal Desa Punti Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, mencibir kepekaan sosial di sekitar kita, menjurus kemudian mengalir pada Sang para pat-gulipat berdasi di teras Kota. Berharap ada "tangan Tuhan" hadir tanpa disangka, membantu pembiayaan pemeriksaan kesehatannya. Sebab, Kondisi perutnya saat ini, kian membesar akibat diserang penyakit liver hati dan hepatitis dua tahun lalu. 


Oleh Sri Wahyuningsih, sang istri tercinta. Tamsil pernah diusahakan untuk berobat di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bima. Namun apa daya, perjuangan sang istri-pun sempat terhenti. Pasalnya, tim medis menyampaikan hasil diagnosa

bahwa Pria Kelahiran Punti 1975 itu mengidap penyakit  Hepatitis stadium 4. 


Karena kondisi penyakitnya mulai menyerang hati-nya, maka berdasarkan kacamata medis,  perlu mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Pihak BLUD menyarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Provinsi NTB. 


Menurut keluarganya, kepastian untuk segera di rujuk, karena kondisi kesehatan dan fisik pria yang memenuhi kebetuhan dasar keluarga dengan berprofesi sebagai tukang ojek itu tidak bisa di operasi, hanya dengan cangkok/transplantasi hati yang bisa memberi peluang untuk kesembuhan Tamsil.



Tidak kebayang, bagaimana perasaan seorang istri dan empat orang anaknya mendengar kabar itu. Tanpa kenal lelah, Sang istri terus beristiqomah, berdoa dan berusaha, berjuang dalam ketidakberdayaan..,agar suaminya kembali pulih sesegara mungkin untuk kemudian bisa kembali bercengkraman bersama keluarganya. 


Hanya karena keterbatasan biaya. Saat itu keluarga mengambil keputusan besar, lebih memilih untuk kembali ke Bima, berobat seadanya dengan harapan bisa membaik seperti sediakala.


Beruntung, Sri Wahyuningsih, adalah salah-seorang Keluarga Pra Sejahtera, Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako Kemensos RI, serta peserta  BPJS. Meski demikian, Bantuan PKH dan Sembako tidak mampu menutupi beban beban biaya untuk Pengobatan kesembuhan suaminya. Apalagi BPJS hanya bisa membantu saat pemeriksaan dan rawat inap saja. Namun, untuk biaya lain yang lebih besar , tak bisa "disulap" seketika. Karena sejak Tamsil istrahat ojek,  ekonomi keluarga kian goyah. Demikian sekelumit hasil assesment Pendamping PKH Kecamatan Soromandi, Ilham. M.Pd , Selasa (1/12)


Kondisi Tamsil, pernah terekspose di media sosial (Medsos). Merupakan salah satu dari sekian pengaduan yang muncul dalam dinding medsos Gubernur NTB. 


Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, melanjutkan kepada Dinas Sosial Provinsi NTB untuk ditindaklanjut dengan Assesment. Selanjutny Dinsos NTB menggerakan Pilar Sosial Pendamping Sosial PKH di sekitar kediaman Tamsil. Alhasil, Bang Zul mengirimkan dana melalui Dinsos NTB, untuk meringankan beban keluarga.


Kepekaan sosial sang Gubernur. Barangkali bisa mendapat sambutan dan amal estafet dari para dermawan lainnya. Untuk menyusul Bang Zul menebar kebaikan untuk membantu Tamsil dalam biaya pengobatan. 


Semoga Tamsil segera diangkat penyakitnya dan kembali pulih seperti sediakala. Berkumpul kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat.


#Pena Bumi

Tidak ada komentar: