Jumat, 01 Januari 2021

Hadir di Kedai Lentera Donggo, Direktur BUMD Kota Bima Bicara Ekonomi Kreatif Pemuda

 


Bima, Inside Pos,-

Kedai Original Kopi terus bertambah diwilayah Kabupaten Bima. Menjadi kebutuhan anak-anak muda era Milenial. Sebuah terobosan generasi muda menghadirkan tempat tongkrongan yang positif dan edukatif. Seperti halnya tadi malam (1/1), berlangsung di Desa Punti  kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.  sebuah Kedai Coffeeshoop dengan konsep entitas lokal melaksanakan Soft Openingnya.

Hadir dalam Soft opening yang dirangkaikan dengan diskusi ringan ber-tema 'Pemuda Dan Ekonomi Kreatif' dengan mengundang pembicara Julhaidin, SE (Direktur BUMD Kota Bima), Abustam, S.Sos, SH, MH (Ketua STIPAR Soromandi) dan Leny Lestari (Owner Lentera Donggo).

Dihadiri juga oleh Novelis Nasional, Nula Marewo, Ketua KNPI Soromandi,  Syuryadin Penulis muda La Ndolo Conary, KUPTD Soromandi, Fahris Adam dan undangan lainnya

Kehadiran Ayu, Duta Pariwisata NTB 2020, IKO DMD,  Fita, Design Heritage Fashion dan Ladies Barista, Dennisa menambah ceria kegiatan Soft Opening Kedai 'Lentera Donggo'.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh puluhan pemuda dan aktifis sosial Kecamatan Soromandi tersebut, Julhaidin, SE memaparkan bahwa Ekonomi Kreatif itu tidak sekedar soal Materi kreatifitas semata, tetapi juga soal Ide dan Gagasan.

"Pemuda saat ini tidak saja sekedar menjadi 'Agen Of Control' yang identik sebagai tukang kritik tanpa solusi Kongkrit yang rasional dan kondisional, tetapi harus bisa menjadi penggagas ide-ide sederhana namun inovatif" Tegasnya Pria yang disapa Rangga Babuju ini

Sementara Abustam lebih melihat ukuran sinergisitas para pemuda Soromandi dengan STIPAR Soromandi sebagai ruang akademik.

"Saya berdarah Donggo Soromandi, STIPAR saya hadirkan di Soromandi sebagai bagian kontributif saya dalam memantik generasi Soromandi dalam melihat kebutuhan dunia kedepan. Dan kita terbuka dalam rangka meng-elaborasi ide dan gagasan ekonomi kreatif putra Soromandi" Ungkapnya disambut tepuk tangan peserta.

Nula Marewo yang diberi kesempatan untuk ikut nimbrung dalam diskusi tersebut mengapresiasi langkah-langkah maju seperti yang dilakukan tersebut.

"Dalam ber-kepemudaan dan membangun ekonomi kreatif sehingga orang mau datang ke Donggo Soromandi, kita butuh figur atau sosok dan atau sejenisnya yang bisa menjadi 'magnet' tersendiri sehingga semua orang merasa dekat dengan Soromandi. Personal branding harus dimulai oleh pemuda Soromandi hari ini pada masing-masing diri" ujarnya

Beberapa pertanyaan peserta ditujukan kepada pembicara dan Rangga Babuju menantang anak-anak muda Soromandi untuk bergeliat dan melahirkan karya.

"Saya tantang kawan-kawan semua, untuk lahirkan karya. Tanpa itu, ekonomi kreatif hanya sekedar slogan. Soal pangsa pasar serahkan kepada saya, tapi soal kualitas dan kuantitas, ini persoalan anda untuk membuktikannya" Pungkas lelaki yang baru saja diberi amanah untuk mengelola Perusahaan Daerah Kota Bima yang diberi nama 'Perumda Bima Aneka' untuk periode 2021-2024 ini.

Sementara Leny Lestari mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas upaya saling menguatkan dan saling support kerja-kerja ekonomi kreatif seperti ini. "Tidak mudah memang, tapi saya harus memulainya. Tidak murah tapi saya harus mampu dengan cara mendalami dan mendengarkan inginnya dunia" Tutup Perempuan kreatif, istri dari Apen Makese, salah seorang sastrawan muda ditanah Soromandi ini.

Kedai 'Lentera Donggo' adalah kedai yang ke 9 dari 35 Kedai Coffeeshoop yang didorong bersama dan akan dikembangkan bersama kedepannya oleh para pihak, kemitraan bersama Polda NTB, Babuju Mandiri, Tim PEKaT NTB dan Owner Lentera Donggo itu sendiri menuju Gerakan 'Satu Desa Satu Kedai Kopi'

Pena Bumi

Tidak ada komentar:
Write komentar