Sabtu, 09 Januari 2021

Peduli Lingkungan Dan Alam, BEM-REMA STKIP-TSB Lakukan Reboisasi di Donggo


Bima, InsidePos,-


Ditengah gundulnya hutan di wilayah Kabupaten Bima, khususnya di wilayah Kecamatan Donggo. Yang berdampak pada bencana alam, kekeringan, dan krisis air bersih. Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM-REMA) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (STKIP-TSB), lakukan reboisasi di wilayah setempat, Sabtu (09/01/2021).


kegiatan kemanusiaan tersebut dilakukan di dua Desa di Kecamatan Donggo. Yakni di Mada Oi Pa Moti Desa Kala dan Puncak Desa Mpili.


ketua Kordinator Depertemen Sosial dan Lingkungan Hidup BEM REMA STKIP-TSB, M Nur, pada media ini mengatakan, dalam kegiatan penghijauan tersebut sekitar 700 pohon  jenis Trambesi dan Sengol ditanam.


lanjut dia, titik pertama dilakukannya reboisasi ini di Mada Oi Pamoti Desa Kala. setelahnya lanjut dilokasi Puncak Desa Mpili.


"kami melihat beberapa tahun terakhir hutan di Donggo rusak parah. Alam dan lingkungan tidak lagi hijau seperti biasanya. Belum lagi dampaknya sangat meresahkan masyarakat," katanya sembari menambahkan


"Atas dasar itu, kami dari keluarga BEM-REMA STKIP TSB melakukan reboisasi ini. Yang paling penting adalah kami mengantisipasi bencana alam. Semoga aksi penanaman pohon kami ini bermanfaat untuk masyarakat di Donggo," tambahnya.


Senada dengan itu, Amrin, yang merupakan Ketua BEM REMA STKIP-TSB menyampaikan, penanaman pohon ini dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat pohon-pohon besar wilayah Kecamatan Donggo, sudah mulai hilang akibat penebangan secara sembarangan.


"Kasihan generasi dan anak cucu kita nanti, ikut merasakan musibah alam akibat kepuasan oknum yang tidak bertanggung jawab," akunya


Anggota DRM ASSISTANT COORDINATOR LLDPP PROJECT - RO Bima ADA Indonesia, Selestino Prabowo Sequeira, menilai hutan di Pulau Sumbawa khususnya di wilayah Bima sangat terlihat gundu. Menurut dia, itu harus diambil langka reboisasi sebagai solusinya.


"Tindakan yang harus dilakukan yakni penanaman kembali pohon-pohon yang dapat menyimpan air banyak. Supaya hutan kembali terlihat hijau dan subur," cetusnya.


Sementara Pemerintah Kecamatan Donggo, Ardavis S, Sos berharap, setelah dilakukan reboisasi agar secara bersama-sama menjaga keutuhan hutan dari para penebangan pohon secara liar.


"Bagi pelaku illegal logging segera sadar dan tidak lagi melakukan perbuatan yang merugikan keberlangsungan orang banyak," pintanya.


Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Donggo, Dosen STKIP-TSB, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima, DRM ASSISTANT COORDINATOR LLDPP PROJECT - RO Bima ADA Indonesia, Personil BPBD Kabupaten Bima, Persatuan Mahasiswa Donggo-Soromandi (PMDS) Bima dan Gerakan Pemuda Desa Kala (GPDeska).


#tot

Tidak ada komentar: