Minggu, 31 Maret 2019

PPN Minta Masyarakat Tidak Terkontaminasi Isu Hoaks

Add capti
Tepis Isu Hoaks, Koordinator Poros Pemuda Nusantara (PPN), Arif Kurniadi, SH Dkk Menggelar Jumpa Pers di Halaman Hotel Komodo, Minggu, 30 Maret 2019.



Bima, Inside Pos,-
Tepis Isu Hoaks, Poros Pemuda Nusantara (PPN) Menggelar Jumpa Pers di Halaman Hotel Komodo, Minggu, 30 Maret 2019.

Kelompok Pemuda ini mengajak masyarakat agar tidak terkontaminasi isu Hoaks yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas).

Koordinator PPN, Arif Kurniadi, SH alias Zepe menyesalkan adanya reaksi keras dari warga masyarakat Bima Kota terkait beredarnya chat percakapan yang mencatut nama, Kapolres Bima Kota, AKBP, Erwin Ardiansyah, S.IK, SH.

Menurut Zepe, Harusnya masyarakat telaah setiap informasi yang beredar. Tidak terlalu reaktif sehingga menyesatkan publik.

"Ini inisiatif kami dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam PPN. kami mengajak masyarakat untuk berpikir netral dan tetap menjaga Kantibmas di wilayah hukum Bima Kota," ajaknya

Dijelaskannya, Indonesia menganut asas praduga tak bersalah. Tidak serta merta masyarakat menjustifikasi isu yang hadir dipermukaan benar adanya tanpa ada pihak berkompeten untuk menguji falidnya chat di group Pilpres 2019 yang mengarah ke Kapolres Bima Kota dan sejumlah anak buahnya.

"Kita hidup di negara hukum. perlu kajian hukum untuk membenarkan bukan berdasar asumsi kita sendiri," paparnya

Alumni Jakarta ini meragukan chat yang beredar itu hasil percakapan resmi dari Kapolres Bima Kota bersama anak buahnya. Menurutnya, tidak mungkin sekelas Kapolres mengarahkan anak buahnya untuk mendukung salah satu Paslon Presiden.

"Polri adalah institusi negara. Saya meragukan adanya chat beredar. Ia menduga ada pihak lain yang sengaja melakukan propaganda isu agar Pilpres berjalan tidak tertib," cetusnya

"Untuk itu, Saya mengajak masyarakat berpikir sehat dan percayakan masalah ini pada proses hukum yang berlaku. Tidak terprovokasi oleh isu sesat," pungkasnya

#Ryan  

Tidak ada komentar:
Write komentar