Minggu, 12 April 2020

Nunung Dosen STKIP-Tamsis Bima, Penjual Salome Berhasil Kembangkan Literasi Di Bima

Bima, Inside Pos,-

Sukses hanya diraih oleh mereka yang memiliki visi yang jelas. Mereka yang fokus serta memiliki pola pikir yang efektif dan efisien. Seperti halnya seorang dosen cantik milik STKIP Taman Siswa Bima ini, Nunung Fatimah, M.Pd. 

Kentalnya warna pikiran literasi pada diri Nunung, terlihat pada potensi yang dikembangkannya. Penguatan literasinya dibuktikan dengan tindakan nyata. Sebuah rumah baca "Rumah Cerdas Fatimah" sebagai wadah pengembangan kemampuan literasi anak bangsa berhasil didirikan Tahun 2017 lalu. 

Tak hanya itu, kegiatan literasi diakui menjadi separuh hidupnya. Bahkan mulai Sekolah Dasar sampai menyelesaikan Studi Strata 2, berkali-kali dirinya sukses meraih juara pada ternamen pembacaan puisi, pertunjukan tari-tarian dan paduan suara. 

"Saya sangat menggemari organisasi kesenian itu. Bahkan saat saya melanjutkan S 2 diMalang saya membiayai dengan hasil jualan Salome," kata Dosen cantik asal Kalampa Kecamatan Woha itu saat dikonfirmasi lewat WatsAAp Minggu sore 12/4.

Selain cantik dan penuh prestasi, ternyata Nunung juga memiliki kemandirian yang tinggi. Keadaan itu tergambar jelas ketika ia dengan bangga mengaku membiayai kuliah S2-nya dengan usaha mandiri dari jualan salome diMalang. Hasil dari jualannya, ia sisihkan juga untuk kebutuhan harian. Sambil berwisausaha tidak membuatnya lalai dalam urusan akademik, jutsru hal tersebut dijadikannya penyemangat untuk menyelesaikan studi tepat waktu.

“Waktu S2, hampir selama 1 tahun 6 bulan saya berjualan salome dan makanan khas Bima didaerah Malang. Ini tentu menjadi pengalaman pribadi yang luar biasa saya dapatkan. Kuliah sambil berjualan tidak membuat saya menjadi pribadi yang lemah, justru  membuat saya semakin rajin dalam menunut ilmu," katanya sembari menambahkan.

"Hasil jualan selalu saya gunakan untuk menabung dan menyisikan untuk bayar kuliah. Alhamdulillah semua itu hasil kerja keras dan usaha sendiri, walaupun orang tua saya semuanya PNS, tapi saya benar-benar ingin mandiri,” jelasnya.

Selain fokus berwirausaha untuk membiayai diri saat kuliah, Nunung juga ternyata punya ketertarikan yang kuat diorganisasi. Dia dan timnya menjadi tim pendiri BEM Pascasarjana UNISMA di tahun 2016 silam. 

“Meski berorganisasi, tidak menjadikan saya lalai dari urusan perkuliahan. Justru dengan kemampuan berorganisasi membuat saya bijak membagi waktu. Dan saya menjadi salah satu dari sebagian mahasiswa pascasarjana yang menyelesaikan studi dalam waktu yang cepat,” ungkapnya

Minatnya pada literasi lanjut
Nunung, bahkan arah penelitiannya difokuskan pada pengembangan dan penguatan literasi. Misalnya pengembangan buku dan perangkat pembelajaran berbasis tematik dan kearifan lokal. 

“Saat S2 saya melakukan penelitian dengan judul  Pengembangan Buku Cerita Rakyat Bima Sebagai Penunjang Gerakan Literasi. Sementara untuk jurnal terbaru, saya meneliti tentang pengembangan bahan ajar teks cerita pendek dengan menggunakan pendekatan saintifik untuk siswa kelas VII SMP/MTS,” ujarnya.

Untuk lebih mengembangkan potensi literasi yang dimilikinya, wanita yang berparas cantik ini pun kembali mengasah kemampuan lewat Penelitian PKM Internal di 2019, yang berjudul "Pendampingan gerakan reading corner untuk menumbuhkan minat baca dan budaya literasi". Dari penelitian se-genre dirinya lolos hibah PDP dengan judul pengembangan media biq book bahasa ibu sebagai solusi lokal gerakan literasi. 

“Hampir semua warna pengabdian,  penelitian dan pengembangan saya adalah tentang literasi. Karena fokus saya memang ke arah literasi. Menariknnya, peningkatan literasi ternyata juga menjadi misi yang sedang dituntaskan oleh STKIP Taman Siswa Bima,” imbuhnya

Setelah menyelesaikan studinya diMalang, Nunung kembali ke daerah asalnya diBima. Tak lama kemudian wanita cantik asal Kalampa ini tersebut direkrut menjadi dosen pembina untuk kegiatan Literasi diKampus STKIP-Tamsis Kabupaten Bima. Khususnya untuk mahasiswa PGSD yang dimulai sejak tahun 2017 hingga sekarang. 

Buah dari kemampuan juga  kegigihannya dalam mengembangkan dunia literasi, pada tanggal 17 agustus 2017 lalu, Nunung mampu mendirikan rumah baca yang bernama "Rumah Cerdas Fatimah". Kesuksesanya mulai nampak setelah mendapatkan penyerahan buku secara simbolis oleh Pemerintah Daerah untuk tiga wanita hebat diKabupaten Bima, salah satunya adalah Nunung Fatimah M. Pd pada tanggal 22 pebruari 2018 diHotel La Ila kota Bima lalu.

Tidak hanya itu, ketekunan gagasan serta pikirannya mampu menarik perhatian kementerian pendidikan dan kebudayaan Repupblik Indonesia lewat kunjungan resmi dirumah literasi yang disebut "Rumah Cerdas Fatimah" itu yang bertempat diDesa Kalampa Kecamatan Woha tepat pada tanggal 29 maret 2018.

“Saya bersyukur banget karena mendapat kunjungan langsung dari Ibu Amalia Fitriah, Ph.D selaku anggota kementerian pendidikan dan kebudayaan RI. Pada kunjungan itu Rumah Cerdas Fatimah mendapatkan bantuan buku dari Kemendikbud RI tersebut,” ujar dosen muda yang juga pembina UKM Terompet STKIP Tamsis Bima itu.

Dipercaya Bina UKM Terompet STKIP Tamsis Bima

Hasil sudahlah berang tentu linier dengan tingkat usaha yang dilakukan. Buah dari capaian yang dilakukan Nunung bahkan sejak di tingkat sekolah dasar (SD) mengantarkannya pada kepercayaan kampus merah untuk mendampingi sejumlah kegiatan kesenian mahasiswa. Baik paduan suara maupun pagelaran kesenian. Sejak 2018 silam. 

Buah hati dari Suparti dan Ahmadin itu dipercayai untuk mendampingi unit kegiatan mahasiswa (UKM) berwarna kesenian dan kebudayaan: UKM Terompet.

Sejak dirinya mengabdikan diri untuk berkarya bersama mahasiswa, sejumlah projek inovatif sukses dilakukan. Sebut saja festival tari tingkat SMA se_Pulau Sumbawa Tahun 2019 lalu diakui lancar dan meriah.

“Sejak masuk menjadi Pembina banyak projek inovasi yang selalu kami hadirkan lewat lomba-lomba yang diadakan UKM. Selaku pembina saya sangat bangga atas capaian dan karya-karya yang sudah terwujud seperti minatur Uma Lengge atau Uma Leme,” papar wanita yang tengah hamil anak pertaman ini.

Setiap moment penting, kata dia, Uma Lengge atau Uma Leme itu selalu menjadi cindera mata. Bahkan, kami menyatakannya sebagai rumah peradaban. Karya tari dari UKM Terompet juga selalu menjadi penyambut tamu-tamu penting. 

“Sejumlah tamu penting yang datang ke kampus STKIP-Tamsis Bima, disambut dengan tarian dari UKM Terompet. Misalnya, kedatangan menteri perhubungan, kehadiran dua profesor dari Filipina, pemateri seminar, dan Gubernur NTB. Bahkan, saat pelaksanaan kegiatan besar di kampus, UKM Terompet lah yang mengisi,” jelas Nunung seraya mengaku telah menjadi salah satu fasilitator inovasi khusus untuk guru diKabupaten Bima yang bekerja sama dengan Kedutaan Australia.

#tot

Tidak ada komentar:
Write komentar