Kamis, 03 September 2020

Diacara Pelantikan HMI MPO Bima, Walikota Ajak Mahasiswa Kritik Pemerintah


Bima, InsidePos,-


Pelantikan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Bima periode 1442-1443H/2020-2021 M, dengan tema "solidasi gerakan HMI untuk generasi Indonesia tangguh", Kamis 3/9 sukses dilakukan.


Kegiatan yang digelar di Aula serba guna Paruga Na'e Kota Bima sekitar pukul 20.00 Wita ini dihadiri Walikota Bima, H.M Lutfi S.E, Profesor Dr. H. Eggi Sudjana, Ketua STIH Muhammadiyah Bima, Dr. Ridwan M. Said, Maulana Ikbal senior HMI MPO Cabang Bima, ketua umum PBHMI Affandi Ismail dan Kapolres Bima Kota.


Tak hanya itu, semua organisasi nasional se_Kota dan Kabupaten Bima. Seluruh BEM Kota dan Kabupaten, HMJ serta UKM Kota dan Kabupaten Bima pun ikut berkecimpung. Dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.


Acara demi acara mulai dari pembukaan pembacaan kitab suci Al-Qur'an, pembacaan laporan panitia kemudian dilanjutkan sumpah dan penyerahan jabatan. Dari kepengurusan lama HMI MPO Cabang Bima periode Periode 1440-1441, Wildan Kusuma ke pengurusan baru diketuai Rian Rizty Fauzi periode 1442-1443H/2020-2021 M.


Setelah dilakukan sumpah dan penyerahan jabatan, mantan ketua Umum HMI MPO Cabang Bima Periode 1440-1441, Wildan Kusuma dalam sambutannya menyampaikan, untuk menjawab semua problematika yang sedang terjadi di Indonesia khususnya Bima saat ini memerlukan penyatuan ide, gagasan, dan konsep.


"Dinamika sekarang sebenarnya bersumber dari diri pribadi. Lihat saja bagaimana persoalan di Jakarta atau di Bima. Para mahasiswa dan aktivis dikriminalisasi dan lain-lain. Itu disebabkan hilangnya penyatuan pada diri kita. Maka semua itu mesti kita diskusikan dengan pikiran akademik dan rasional," ungkap Wildan.


Dimomentum itu Wildan berharap, kepengurusan baru HMI MPO Cabang Bima kedepan lebih baik dan progres. Yang paling penting tambah dia, adalah mentaati aturan Tuhan. Karena itu hal utama untuk menahkodai organisasi sekelas HMI ini.


"Oleh sebab itu, rawatlah amanah itu dengan sebaik mungkin. Karena amanah HMI ini sangatlah rumit, maka rawatlah," tutupnya.


Pada kesempatan yang sama, ketua baru HMI MPO Cabang Bima periode 1442-1443H, Rian Rizty Fauzi mengucapkan, rasa bangganya kepada semua tamu undangan. Karena sudah menghadiri kegiatan pelantikan HMI.


Dijelaskan Rian, mahasiswa dalam perspektif gerakan adalah orang yang mampu meruntuhkan kedzaliman ditengah kondisi sosial masyarakat tertindas oleh penguasa tirani.


"Melalui gerakan, mahasiswa dan aktivitas merupakan parlemen rakyat yang siap menyelamatkan rakyat. Maka HMI MPO adalah organisasi yang didirikan untuk menyelamatkan umat di republik ini," jelasnya.


Sementara Ketua Umum PBHMI, Affandi Ismail menyampaikan rasa bangganya karena sudah dihadirkan dalam forum yang diakui besar tersebut. "Saya sangat berterimakasih sekali. Jujur, saya tertarik dengan tema yang diangkat teman-teman panitia ini," akuinya.


Menurut dia, momentum pelantikan HMI MPO ini merupakan langkah awal untuk membangun solidasi. Dari awal kata dia, itu sudah menjadi cita-cita bersama. Dijelaskannya, salah satu cara membangun solidasi yang kuat adalah dengan menunjukan kekuatan yang berbeda menjadi satu.


"Oleh karena demikian, semua organisasi besar yang ada di Kota dan Kabupaten Bima harus bersatu mengawal pemerintah Kota dan Kabupaten secara bersama. Agar dapat melahirkan pemimpinan yang diridhoi Tuhan," ajaknya.


Walikota Bima H. M. Luthfi SE, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada ketua baru HMI MPO Cabang Bima periode 1442-1443H/2020-2021 M, semoga amanah yang diemban dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Orang nomor satu di Kota Bima tersebut menjelaskan, pemerintah adalah mitra organisasi.


"Organisasi tidak menghambat roda pemerintahan. Justeru lahirnya organisasi seperti HMI MPO ini misalnya, sangat menopang pembangunan daerah," jelasnya.


Dikatakannya, jika selama kepemimpinannya memimpin Kota Bima ada program pemerintah yang tidak memihak pada rakyat, dia persilahkan untuk dikritik. Sebagai manusia biasa, kami adalah hamba Tuhan  yang tidak lepas dari kesalahan. "Kalo ada program pemerintah yang tidak pro pada rakyat, silahkan kritik. Supaya kemajuan Bima kedepan kita bangun dengan pikiran kritik yang membangun," tandasnya.

 

Pantauan media ini hingga berita diturunkan, kegiatan selanjutnya dialog kebangsaan dengan tema "Mahasiswa Vs Negara: Idealisasi Sikap Kritis Dalam Perspektif Hukum Progresif". Pematerinya Profesor Dr. H. Eggi Sudjana, Ketua STIH Muhammadiyah Bima, Dr. Ridwan M. Said, ketua umum PBHMI Affandi Ismail, Kapolres Bima Kota, dan Maulana Ikbal sebagai moderator.


#tot

Tidak ada komentar:
Write komentar