Senin, 14 Desember 2020

Babinkantibmas Komodo dan KPPS 'Menantang Maut' Dilaut Manggarai Demi Pilkada



Bima, Inside Pos,-

Menjadi Abdi Negara tentunya harus siap segala resiko. Bahkan berhadapan dengan maut sekalipun. Itu yang dialami oleh Bripka Anhar Babinkamtibmas Pulau Komodo dan crew Kelompok Penyelenggara Pemungutan  Suara (KPPS) Desa Komodo. Selama 4 Jam terombang-ambing dilaut lepas saat mengantarkan dokumen surat suara dan perlengkapan pilkada di Pulau yang dihuni binatang langka, Komodo.


Harusnya perjalanan normal ditempuh motor boat hanya 1 jam saja.  Namun karena hujan lebat disertai angin kencang, misi pilkada sedikit terhambat. Selama 4 jam, Anhar dkk 'Menantang Maut' Dilaut Manggarai itu. Mereka tidak bisa berbuat banyak, hanya berdoa agar angin dan hujan segera berhenti.


"Hal yang paling kami khawatirkan saat itu ketika mesin motor boat yang kami tumpangi mati ditengah laut. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Hanya sempat panik karena ditengah laut tiba-tiba angin kencang dan hujan datang," aku Bripka Anhar melalui pesan elektronik, kemarin


Kata Anhar, Perjalanan yang menegangkan itu,  semua logistik aman tidak terkena air laut karena kotak sudah dibungkus menggunakan plastik dan terpal.


Sebelum itu, menurut Anhar, dirinya bersama crew lainnya sempat hendak balik arah karena ombak sangat kencang. Namun, rencana itu urung dilakukan karena sudah niat dan tugas yang harus dilakukan.


"Di dalam kotak suara yang dibawa terdapat 1.182 lembar surat suara untuk TPS 01 Kampung Lama sebanyak 453 lembar, TPS 02 Kampung Baru 380 lember dan 349 lembar untuk TPS 03 Kampung Tengah. Ada pula logistik, termasuk formulir, kelengkapan TPS, dan logistik lainnya," paparnya


Seperti yang dilansir dalam Tribratanewsmanggaraibarat.com,
Perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo, terdiri dari Bhabinkamtibmas Desa Komodo, bersama Babinsa, Ketua PPS, Sekretaris PPS, Panwaslu Desa Komodo, dan Panwaslu TPS. Mereka tiba di Pelabuhan Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (07/12/2020) sekitar pukul 17.15 Wita.


Mereka mengantar logistik kebutuhan Pemilu ke pulau terluar Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang berbatasan laut dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.


Logistik yang dimasukkan dalam 3 kotak tersebut diangkut dengan menggunakan Kapal Kayu milik Masyarakat yang ukurannya tidak terlalu besar.


Ketua PPS Desa Komodo Lutfi bercerita, normalnya, perjalanan hanya membutuhkan waktu tempuh 2 jam.

“Tapi karena ombak besar sehingga sampai 4 jam,” kata Lutfi.


Selain itu, beberapa kali kapal harus berhenti di tengah ombak besar lantaran mengalami masalah di bagian mesin.


Lutfi menuturkan, di dalam perahu ada dua perwakilan PPS Desa Komodo, dua perwakilan Panwaslu Kecamatan Komodo, satu dari Babinsa (TNI), dan satu dari Bhabinkamtibmas (Polri) serta satu orang Kapten Kapal.


“Kami pasrah saja, tergantung yang membawa Kapal saja,” ujarnya.


Saat tiba di pelabuhan, mereka disambut oleh warga Desa Komodo. Kotak dan logistik termasuk surat suara disimpan di Kantor Desa Komodo untuk selanjutnya di distribusikan ke tiap–tiap TPS yang ada di Desa Komodo.


Menanggapi hal ini, Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. .melalui Kapolsek Komodo IPTU Firamuddin, S.H. menuturkan untuk mencapai Desa Komodo, Kecamatan Komodo harus berjuang menghadapi ombak besar apalagi dengan cuaca sekarang ini yang sulit di prediksi. Hal ini karena letaknya yang berada di Pulau Komodo, sehingga harus menggunakan Kapal untuk mencapai wilayah setempat.


Lebih lanjut, IPTU Firamuddin, S.H. mengatakan, Bhabinkamtibmas Desa Komodo Bripka Anhar bersama Babinsa beserta Anggota PPS dan Anggota Panwaslu mengangkut logistik menggunakan Kapal Kayu milik Masyarakat. Selain itu, mereka harus berjuang menghadapi ombak besar dengan angin kecang serta arus laut di musim hujan.


Meski tidak mudah, diakui IPTU Firamuddin, S.H. hal ini menjadi wujud tanggung jawab serta dukungan dari Polres Manggarai Barat untuk menyukseskan jalannya Pilkada serentak 2020 yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 kemarin.


“Meski dalam kondisi yang sulit, pendistribusian logistik Pilkada harus sampai ke tempat tujuan, berangkat pukul 13.00 Wita dan tiba di Desa Komodo sekitar pukul 17.15 Wita atau menempuh perjalanan selama 4 Jam. ini sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus dukungan dalam upaya suksesnya Pilkada Manggarai Barat Tahun 2020,” tutup Kapolsek Komodo.

#Pena Bumi

Tidak ada komentar:
Write komentar